badal umroh 7

Tentang Badal Umroh dan Segala Serba Serbinya

Selain ibadah haji, ibadah umroh pastinya menjadi salah satu impian umat muslim di seluruh dunia. seperti yang kita ketahui, Islam adalah agama yang selalu memudahkan umatnya dalam berbuat kebaikan, tidak terkecuali dengan ibadah umroh. Bagi umat muslim yang sakit maupun yang telah meninggal masih tetap bisa menjalankan ibadah umroh, yaitu melalui badal umroh.

Badal umroh sendiri merupakan ibadah dengan niat yang sangat mulia. Sayangnya, umat muslim masih banyak yang belum mengetahui tentang apa saja syarat dan bagaimana ibadah ini dilaksanakan? Untuk memudahkan Anda dalam memahaminya, berikut ulasan selengkapnya.

Badal Umroh 6

Tentang Badal Umroh dan Syarat Pelaksanaannya

Sebelum membahas lebih jauh tentang apa itu badal umroh, Anda perlu mengetahui pengertian tentang ibadah umroh itu sendiri. Ibadah umroh adalah ibadah sunnah ke Baitullah atau Tanah Suci Makkah seperti halnya ibadah haji. Yang membedakan diantara keduanya adalah waktu dan pelaksanaannya.

Ibadah umroh dapat dilaksanakan kapan saja dalam periode sapanjang tahun kecuali hari-hari makruh seperti hari Raya Idul Adha, hari Arafah dan tiga hari Tasyrik. Semantara ibadah haji hanya bida dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah.

Semua umat islam pastinya bisa langsung melaksanakan ibadah umroh. Namun tidak sedikit diantaranya yang mengalami halangan seperti karena keterbatasan fisik (sakit) hingga meninggal dunia. Jika ada yang mengalami ini, maka bisa meminta orang lain untuk melakukan badal umroh.

Badal umroh adalah melaksanakan ibadah umroh, namun diniatkan untuk mewakilkan pelaksanaan umroh atas nama orang lain yang tidak bisa melaksanakan ibadah tersebut sendiri. Bisa dikatakan, ibadah ini merupakan cara menggantikan ibadah seseorang yang dilakukan oleh jamaah dari anggota keluarga orang tersebut. Badal umroh juga bisa dilaksanakan oleh orang lain yang tidak memiliki hubungan kekeluargaan sama sekali.

Sesuai dengan pandangan Imam Syafi’i, badal umroh ini bisa dilakukan jika orang yang diwakilkan ibadah umrohnya tersebut sudah wafat, usia uzur tua renta yang sudah terbatas kemampuan fisiknya menuju Makkah. Dalam hal ini, orang yang diwakilkan tersebut juga harus memenuhi syarat umroh serta melaksanakan seluruh rukun umroh secara sempurna atas nama orang mewakilkan.

Tujuannya, supaya orang yang tidak melaksanakan umroh tersebut juga tetap mendapat pahala serta keberkahan dari ibadah tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa syarat pelaksanaan badal umroh yang wajib diketahui oleh seluruh umat muslim.

  • Badal umroh hanya bisa dilaksanakan oleh orang yang sebelumnya sudah pernah melaksanakan ibadah umroh.
  • Badal umroh hanya bisa dilakukan untuk satu orang dan jika ingin membadalkan untuk dua orang, maka Anda harus melakukan perjalanan dua kali.
  • Badal umroh bisa dilaksanakan untuk lawan jenis. Artinya, pria dapat mewakilkan badal umroh untuk wanita, begitu pula sebaliknya.
  • Orang yang dibadalkan umrohnya adalah orang yang secara fisik benar-benar sudah tidak mampu seperti orang yang sakit keras dan tidak mungkin sembuh serta orang yang telah meninggal.
  • Tidak boleh membadalkan orang yang mampu dari segi ekonomi dan fisik, sebab ibadah umroh dan juga haji wajib bagi mereka yang masih diberi kemampuan dari segi finansial maupun fisik.
  • Hukum wajibnya menjalankan ibadah haji dan umroh adalah untuk orang yang memiliki finansial yang lebih. Jika yang diwakilkan umroh atau hajinya itu miskin, maka gugurlah kewajibannya.
  • Hukum badal umroh menjadi tidak sah apabila orang yang dibadalkan umrohnya masih mampu dari sisi keuangan maupun fisik.

badal umroh 9

Hukum dan Ketentuan Badal Umroh

Menurut pandangan mayoritas pemuka agama Islam, melaksanakan badal umroh bisa dilakukan sebab tidak ada dalil atau hadist yang melarang. Ada juga yang menyatakan bahwa hukum badal umroh tidaklah wajib dan hanya dianjurkan saja.

Badal umroh ini sama halnya dengan badal haji, dimana orang lain diizinkan untuk menggantikannya melakukan ibadah ke tanah suci Makkah. Selain Imam Syafi’i, Imam Hanbali juga mengungkapkan bahwa ibadah badal umroh ini tidak bisa dikerjakan untuk orang yang masih hidup tanpa seizin orang yang hendak dibadalkan.

Lain halnya, jika melaksanakan badal umroh untuk orang yang sudah meninggal, maka bisa dilaksanakan tanpa seizin yang bersangkutan. Seperti yang sudah disebutkan pada syarat untuk melaksanakan ibadah badal umroh di atas, orang yang bisa membadalkan ibadah umroh hanyalah mereka yang sudah melaksanakan umroh untuk dirinya sendiri terlebih dahulu.

Hal ini juga berlaku pada ibadah haji. Artinya, umroh atau haji yang kedua, ketiga dan seterusnya, bisa diniatkan untuk mengumrohkan atau menghajikan anggota keluarga yang telah wafat.

 

Keutamaan dan Kekurangan Badal Umroh

Keutamaan badal umroh ini memang bisa dilakukan oleh seorang jamaah untuk mewakili seseorang yang tidak mampu melaksanakan ibadah umroh. Namun ibadah ini tidak bisa dilakukan sembarangan, harus bisa memenuhi syarat-syarat yang sudah disebutkan sebelumnya. Selain itu, berikut adalah beberapa syarat kelebihan dan kekurangan dari badal umroh yang perlu Anda ketahui.

 

Kelebihan Badal Umroh

  1. Ibadah ini memudahkan bagi umat muslim yang tidak bisa menjalankan ibadah sendiri karena kendala kesehatan atau yang lainnya.
  2. Orang tetap bisa mendapatkan pahala dan keberkahan dari ibadah umroh melalui badal umroh sekalipun dirinya tidak dapat melaksanakan umroh sendiri.
  3. Badal umroh bisa dapat membantu umat muslim yang ingin memperbanyak menjalankan ibadah tanpa perlu mangkhawatirkan keterbatasan fisiknya.

Kekurangan Badal Umroh

  1. Biaya yang jauh lebih mahal dibanding jika Anda melakukan ibadah umroh secara langsung (terkecuali jika Anda memakai travel umroh tertentu).
  2. Tidak jarang, Anda akan kesulitan mendapatkan orang yang bisa dipercaya untuk bisa diminta mewakilkan pelaksanaan ibadah ini.
  3. Risiko penipuan dari orang yang mewakilkan sehingga agar tidak terhindar dari ketidakjujuran, maka badal umroh juga melewati proses pemilihan wakil yang benar-benar bisa dipercaya.

Badal Umroh 8

Tips Memilih Travel Haji dan Umroh

Saat ini sudah ada beberapa travel haji dan umroh yang menyediakan paket harga yang bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan. Oleh sebab itu, agar proses ibadah yang Anda jalani bisa sah dan berjalan secara maksimal, berikut ada beberapa tips dalam memilih travel umroh maupun haji dengan benar.

  1. Memilih travel yang memiliki pelayanan yang ramah dan selalu mengedukasi kliennya dan apabila terjadi komplen, mereka mau dan bertanggung jawab untuk memperbaikinya.
  2. Pastikan Anda memilih jasa travel yang memiliki tingkat kepuasan konsumen tinggi. Caranya ialah dengan melihat review melalui media sosial. Pastikan jika review yang dibuat penyedia jasa tersebut memang jujur.
  3. Karena ibadah badal haji dan badal umroh ini memiliki syarat khusus, maka pastikan travel yang Anda pilih memiliki tim yang profesional dan juga berpengalaman agar ibadah yang dilaksanakan bisa memberi manfaat dan berkah kepada orang yang diwakilkan.

Badal umroh memang merujuk pada mewakilkan seseorang dalam melaksanakan ibadah umroh atas nama seseorang yang tidak bisa menjalankan ibadah umroh sendiri. Meskipun kebanyakan ulama mengatakan jika badal umroh diperbolehkan, namun tetap harus bisa memenuhi ketentuan yang harus terpenuhi agar ibadah yang dijalankannya bisa sah di mata Allah Subhanahu wa ta’ala.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top