mencium batu hajar aswad 1

Katanya Mencium Batu Hajar Aswad Bisa Menghapus Dosa?

Batu Hajar Aswad, yang terletak di sudut Ka’bah, adalah salah satu elemen penting dalam ibadah umat Islam. Keberadaannya memiliki makna spiritual yang mendalam, termasuk keyakinan bahwa menciumnya dapat menghapus dosa.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi asal-usul mitos ini dan apakah benar adanya bahwa mencium Batu Hajar Aswad dapat menghapus dosa.

 

Mencium Batu Hajar Aswad Mitos dan Makna Mendalam dalam Islam

 

Hajar Aswad merupakan sebuah batu hitam yang diyakini oleh umat Islam berasal dari surga. Dalam keyakinan muslim disebutkan bahwa yang pertama kali menemukannya adalah Ismail dan yang meletakkannya adalah Nabi Ibrahim.

Dalam sebuah riwayat, dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh Jazirah Arab, namun semakin lama sinarnya semakin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam.

Batu ini memiliki aroma yang unik dan ini merupakan aroma wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya.

Pada saat ini, batu Hajar Aswad tersebut ditaruh di sisi luar Ka’bah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya.

Adapun mencium batu Hajar Aswad merupakan sunah Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam Karena beliau pernah menciumnya.

mencium batu hajar aswad 2

Baca juga: Januari di arab musim apa?

 

Asal-Usul Batu Hajar Aswad

 

Hajar Aswad dulu pada mulanya adalah sepotong batu tunggal, tetapi sekarang terdiri dari beberapa bagian yang telah direkatkan menjadi satu.

Mereka dikelilingi oleh bingkai perak yang diikat dengan paku perak ke dinding luar Ka’bah.

Fragmen itu sendiri terdiri dari potongan-potongan yang lebih kecil yang telah digabungkan untuk membentuk tujuh atau delapan fragmen yang terlihat hari ini.

Wajah Batu hajar aswad yang terbuka berukuran sekitar 20 sentimeter (7,9 inci) kali 16 sentimeter (6,3 inci).

Ukuran aslinya tidak jelas dan dimensi yang tercatat telah berubah dari waktu ke waktu, karena potongan-potongan tersebut telah disusun ulang dalam matriks semennya pada beberapa kesempatan.

Pada abad ke-10, seorang pengamat menggambarkan Hajar Aswad dengan panjang satu hasta (46 cm atau 18 inci). Pada awal abad ke-17, tercatat berukuran 140 kali 122 cm (4 kaki 7 inci kali 4 kaki 0 ​​inci).

Menurut Ali Bey pada abad ke-18, tingginya digambarkan 110 cm (3 kaki 7 inci), dan Muhammad Ali Pasha melaporkan tingginya 76 cm (2 kaki 6 inci) dan lebar 46 cm (1 kaki 6 inci).

Batu Hajar Aswad adalah batu hitam berbentuk oval posisi hajar aswad di Ka’bah ditempatkan pada sudut timur Ka’bah, struktur suci di Masjidil Haram, Mekah. Menurut tradisi Islam, batu ini berasal dari surga dan telah dipasang di tempatnya oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Isma’il, dalam pembangunan Ka’bah.

 

Baca juga: Umroh Ramadhan 2024

 

Makna Spiritul Mencium Batu Hajar Aswad

 

Banyak umat Islam meyakini bahwa Batu Hajar Aswad memiliki keistimewaan dan energi spiritual. Menciumnya dianggap sebagai tindakan ibadah dan penghormatan yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Meskipun mencium batu hajar aswad sendiri tidak diwajibkan dalam agama Islam, namun tindakan ini diwariskan secara turun temurun sebagai Sunnah Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam.

 

Mencium Batu Hajar Aswad dan Pengampunan Dosa

 

Keyakinan bahwa mencium Batu Hajar Aswad dapat menghapus dosa didasarkan pada hadis-hadis Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam.

“Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270)

 

Beberapa hadis menyiratkan bahwa setiap dosa yang dilakukan oleh seorang Muslim yang mencium batu tersebut akan dihapuskan.

Namun, perlu dicatat bahwa interpretasi hadis dan pemahaman terkait dapat bervariasi di kalangan ulama.

mencium batu hajar aswad 3

Perspektif Ilmiah dan Kritik Batu Hajar Aswad

 

Meskipun banyak umat Islam meyakini bahwa mencium Batu Hajar Aswad dapat membawa pengampunan dosa, pandangan ini kontroversial di kalangan ilmuwan dan cendekiawan Muslim. Beberapa berpendapat bahwa fokus seharusnya lebih diberikan pada makna simbolis dan spiritualitas dibandingkan pada tindakan fisik seperti mencium batu.

 

Kesimpulan

Batu Hajar Aswad memiliki makna dan keistimewaan yang mendalam dalam Islam. Meskipun keyakinan bahwa menciumnya dapat menghapus dosa sangat kuat di kalangan beberapa umat Islam, pendekatan yang seimbang antara pemahaman spiritual dan kritis tetap diperlukan.

Akhirnya, apa pun interpretasi individu terhadap mitos ini, penting untuk menjaga toleransi dan saling penghormatan di antara umat Islam yang memiliki keyakinan dan praktik beragam.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top